Untuk apakah manusia hidup?

Hidupku sekarang berada dalam ragu-ragu.
Bingung melangkah, tak kenal arah.

Di Nadi ku mengalir puluhan ambisi, di Hati ku tertanam ratusan niat, Di Otak ku berjalan ribuan bahkan jutaan ide yang belum terpecahkan.

Satu-persatu aku coba arungi, mencari.. mencari jati diri yang benar-benar pasti.

Aku siap jika aliran ambisi ku terhalang ranting penghambat, aku siap jika niat ku dicoba untuk dipatahkan, aku siap mengais sisa dari semua ide yang masih layak.

Apakah manusia hidup hanya untuk mati?
Apakah manusia hidup hanya untuk bekerja lalu mati?
Apakah manusia hidup hanya untuk meneruskan garis keturunan nya?

Lalu...

Malang nasib Manusia yang tak sempat hidup lalu mati.
Malang nasib Manusia yang mati karena tak bisa kerja.
Malang nasib manusia yang tak diberi keturunan.

Satu yang kutangkap, Manusia hidup untuk Berguna. Hanya itu saja.

Lalu...

Orang yang tak berguna tak pantas hidup?
YA!..
Untuk apa hidup jika tak berguna?

Itu sebabnya, aku yang seorang yatim piatu, dengan tegas berani mempertahankan segenap ambisi, niat, dan juga ide yang aku miliki. Karena untuk itulah aku hidup, karena untuk itulah diriku ini bisa berguna.

Share:

0 komentar