Teman
Aku dan sepi
adalah teman yang tidak bisa dipisahkan.
Aku ingat saat
itu Ayahku pergi, pergi jauh yang sangat jauh.
Disaat itu aku
hanya menangis, disela-sela tangisan sesuatu datang.
“hai aku sepi,
mulai sekarang kita berteman ya..”
Lama kelamaan
aku nyaman dengannya.
Sepi
mengenalkanku dengan sosok baru yaitu, Hayalan.
Hayalan adalah
teman yang baik, dia berkata
“Kamu minta apa
saja akan aku kasih..”
Kami bertiga sering
bermain bersama, ketika Sepi hadir tidak lupa ia memanggil Hayalan, agar permainan
yang akan kita mainkan lebih menarik. Kita bertiga menamai diri sebagai Imajinasi.
Seiring Aku tumbuh
dewasa, Sepi dan Hayalan jarang hadir dikehidupanku.
Aku bertemu dengan
Keramaian.
Dari Keramaian
aku mengenal sosok baru yaitu Nongkrong.
Aku bingung
dengan Nongkrong, sekali waktu ia baik, sekali waktu ia jahat.
Tergantung siapa
yang Nongkrong ajak sebagai teman.
Sejak Imajinasi
benar-benar punah, aku jadi berteman baik dengan Keramaian, Sesekali aku
bertemu Nongkrong, mereka membuatku berubah. Kami bertiga menamai diri sebagai
Sosial.
Hari yang tidak
akan terlupakan, saat aku sibuk dengan Sosial
Ayahku tiba-tiba
datang dan mengajak Ibu pergi dengannya, Pergi Jauh, yang sangat jauh. Sekali lagi
aku hanya bisa menangis, Aku harap Keramaian dan Nongkrong bisa menemaniku, Ya..
Benar mereka menemaniku, namun… hanya sesaat. Mereka hanya teman paruh waktu.
Setelah itu
semua, tidak sengaja aku bertemu Sunyi, siapa sangka Sunyi adalah teman dari Sepi
dan juga Hayalan.
“Kemana Sepi dan
Hayalan? Aku ingin bertemu mereka.” Tanya-ku.
“Sebentar lagi mereka
datang.” Jawab Sunyi.
Mereka datang, namun
Aku takut Sepi dan Hayalan tidak ingin berteman lagi dengan-ku. Siapa sangka mereka
masih menganggap ku teman baik.
Imajinasi telah
kembali, bahkan bertambah satu anggota, Sunyi.
Sekali waktu aku
pernah berkata pada Imajinasi
“Aku ingin
kenalkan kalian dengan Sosial. Mereka seru-seru loh..”
Tidak disangka
respon mereka sangat negatif, mereka Menatap ku dengan tatapan sinis. Sejak itu
aku baru tahu, Mereka tidak suka dengan Sosial.
Seiring berjalan
nya waktu. Pertemanan-ku sekarang unik.
Selesai aku
bermain dengan Sosial, Sunyi datang dengan Sepi dan Hayalan untuk bermain bersama
ku. Mereka semua (Sosial, dan Imajinasi) menjadi Penyeimbang kehidupan ku.
Tags:
Tulisan

0 komentar