Untuk Kamu yang Pernah Merasa Kesepian dalam Keramaian


Banyak orang pernah mengalami kondisi dimana ia merasa sendiri, padahal ia sedang berada dalam keramaian. Kesendirian mengacu pada emosi negatif (misalnya, perasaan ditinggalkan atau meninggalkan) yang muncul ketika seseorang merasa ada yang “kurang” dalam hubungan sosial mereka. Untuk beberapa alasan, hal ini banyak terjadi pada usia remaja. Salah satu alasannya adalah bahwa kesendirian terkait dengan proses reorientasi sosial pada masa remaja. Selama proses ini, orang tua cenderung menempati tempat yang kurang sentral dalam kehidupan remaja sementara teman sebaya menjadi lebih penting. Terutama pada masa remaja awal, saat para remaja telah menjauhkan diri secara psikologis terhadap orang tua mereka, dan mereka belum menemukan “tempat” di hubungan sosial teman sebaya, beberapa remaja bisa merasa sangat kesepian.

Sebuah penelitian tahun 2014 yang dirilis dari Relate membagikan bahwa satu dari 10 orang merasa mereka tidak memiliki teman dekat , yang memecah menjadi sekitar 4,7 juta orang. Itu angka yang cukup tinggi. Beberapa orang mungkin baik-baik saja memiliki beberapa teman, atau menghabiskan banyak waktunya sendirian. Namun bagi beberapa orang lainnya, skenario yang sama akan menciptakan rasa kesepian dan isolasi yang mendalam.

Jadi, sekarang kita memiliki dasar “seberapa seriusnya kesepian itu”, Manurut saya selain adanya gangguan Psikologis dalam individu tersebut, ada beberapa "celah" dalam hubungan sosial yang sebenarnya itu dapat diperbaiki dengan cepat, Berikut adalah opini pribadi saya tentang celah terbesar dalam hubungan sosial yang mana dapat membuat kamu merasa sendirian diantara keramaian.

Ubah MindSet! Mungkin Kamu Membutuhkan Lebih Banyak Hubungan Berkualitas , Daripada Kuantitas.
Secara teoritis, Kamu dapat memiliki sejuta teman, tetapi jika kamu tidak menginvestasikan waktu dan energi untuk mereka, kemungkinan kamu akan terus merasa kesepian. Ketika berbicara tentang hubungan, itu semua tentang perasaan, bukan angka. Tentu saja, mengembangkan suatu hubungan adalah jalan dua arah: Menjadi lebih dekat dengan seseorang tidak berarti kamu membuang semua masalah pada mereka, tetapi kamu sedang mengembangkan koneksi dan membentuk ikatan yang saling menguntungkan. Saya pikir ini penting untuk dicatat, ketika seseorang sedih, lebih mudah untuk ingin melampiaskan perasaan itu kepada orang lain, hanya untuk melepaskannya dari “dada” kita. Ingat, teman dekat belum tentu bisa menyelesaikan masalah mu; mereka hanya dapat menawarkan dukungan. Selain itu, tugas kamu untuk mendukung mereka ketika mereka membutuhkannya juga.

Jika kamu dilingkungan baru, Jangan terlalu tertutup.
Pernahkah kamu merasa bahwa orang-orang tidak mengenalmu?
Jika pernah, mungkin karena kamu terlalu tertutup, dan hal itu tidak memberikan “Kode” yang jelas bahwa kamu sedang kesepian dan sebenarnya ingin berteman.
Mungkin saja kamu dikelilingi oleh orang-orang yang tidak “merangkul” secara emosional atau orang yang tidak sedang mencari teman baru. Hal itu yang bisa menyebabkan kamu merasa sendirian di dalam sebuah keramaian. Saya tahu tidak ada yang mau menganggap diri mereka sebagai orang yang SKSD (sok kenal sok deket), tetapi hal itu baik dalam melihat bagaimana kamu berkontribusi dalam suatu situasi. Dalam situasi sosial, ingatlah untuk melakukan kontak mata, dengarkan secara aktif apa yang orang lain katakan, dan pastikan bahasa tubuh kamu memperkuat “minat” dalam obrolan. Ini adalah cara halus untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kamu terlibat dalam apa yang mereka bagikan dengan, dan (idealnya) orang-orang akan mengembalikan minatnya terhadap mu dan kamu pun dapat membagikan pemikiran dan perasaan mu juga. Becerita tentang diri sendiri bisa saja menjadi hal yang insecure untuk beberapa orang, tetapi jika kamu ingin membentuk ikatan dengan orang lain, itu harus dimulai dari memberitahu siapa dirimu.

Mungkin hanya itu saja pesan dalam Artikel pendek ini, karena dalam opini saya pribadi selain dari adanya gangguan Psikologi dalam diri individu, terdapat "celah" dalam hubungan sosial antar individu yang menjadikan mereka merasa sendirian dalam keramaian.

Share:

0 komentar