Jaket tebal
dan pakaian berlapispun aku kenakan untuk menyusuri malam, lalu Aku merasakan
hal yang selama ini kurindukan..
“Pulanglah…
disini bukan tempat yang nyaman bagimu, Pulanglah.. karena hangatnya perapian
sedang menunggumu.” Malam berkata pada ku.
“Saya tidak
bisa pulang” Jawabku
“Kenapa?”
“Ada yang
sedang saya rindukan”
“Kau
merindukanku?”
“Mungkin..”
“Berikan
aku jawaban pasti”
“Saya tidak
tahu itu kamu atau bukan, namun saat saya sedang Bersama mu malam, rasa nya
sama seperti orang yang saya rindukan. Dingin…. , Sepi… , dan Gelap…”
Sekali lagi
malam berkata
“Pulanglah…
disini bukan tempat yang nyaman bagimu, Pulanglah.. karena hangatnya perapian
sedang menunggumu.”
“Kenapa?
Kenapa kau terus menyuruhku pulang?”
“Kau bukan sedang
merindukanku, kau sedang merindukan seorang wanita yang sosok nya jauh
terkenang dalam hatimu.”
“Apakah kau
mengenal dia malam?”
“Aku pernah
bertemunya.”
“Lalu
kemana ia pergi?”
“Jauh..”
“Bisa
dijelaskan sejauh apa?”
“Jauh
sampai kau tak lagi menggapai nya!”
“Untuk apa
ia pergi sejauh itu?”
“Untuk
mencari kehangatan.”
“Ia
salah..! Akulah kehangatannya”
“Kau salah,
ia pergi darimu karena ia tahu tak lagi ada rasa hangat saat Bersama mu.”
Malam
menusuk ku dengan Dinginnya, Apapun yang kukenakan tak lagi ada artinya.
Aku pulang,
menuju rumah dan bertemu perapian yang dijanjikan adanya kehangatan.
Wrote by Satisvai
